Tampilkan postingan dengan label GEORGE FLOYD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GEORGE FLOYD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2020

George Floyd: Peristiwa di AS 'dijadikan momentum menyuarakan kasus Papua', pemerintah sebut 'tak tepat disamakan'

George Floyd: Peristiwa di AS 'dijadikan momentum menyuarakan kasus Papua', pemerintah sebut 'tak tepat disamakan' Kasus Papua




BACA JUGA:Eksodus pekerja migran membuat pabrik-pabrik di India mengalami krisis
Tagar #Papuanlivesmatter (nyawa orang Papua penting) muncul di media sosial menyusul kematian George Floyd di Amerika Serikat, kasus yang diprotes sejumlah warga AS dengan menuliskan #Blacklivesmatter (nyawa orang berkulit hitam penting) di medsos.

Salah satu orang yang pertama kali mengaitkan #Blacklivesmatter dengan kasus-kasus di Papua adalah Veronica Koman, pengacara yang banyak menangani kasus HAM di Papua, serta mencuitkan sejumlah cuitan dengan tagar #Papuanlivesmatter.

    Dicap pengkhianat negara di Indonesia, Veronika Koman dapat penghargaan di Australia
    Dampak Kerusuhan di Amerika terhadap WNI: Satu toko dirusak, merasa was-was jika eskalasi kerusuhan meningkat
    Mengapa dua prajurit TNI dikenai pasal indisipliner dan bukan tuduhan rasialis?

Veronica tak menampik menggunakan momentum kematian George Floyd, warga Amerika Serikat keturunan Afrika, untuk yang disebutnya "membangkitkan kesadaran untuk menghentikan rasisme terhadap orang kulit hitam, termasuk pada masyarakat Papua".

"Karena di mana-mana sekarang momentumnya kesadaran… ada di berbagai negara. Misalnya di Australia sini mulai berdengung kencang 'Aboriginal Lives Matter'... Kemudian di Eropa juga sama," ujar Veronica, yang kini masih berstatus tersangka dugaan provokasi dalam peristiwa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya tahun 2019.

"...Jadi di mana-mana, di dunia lagi bergulir kebangkitan akan kesadaran hentikan rasisme terhadap orang berkulit hitam. Memang namanya untuk fighting injustice (melawan ketidakadilan), nggak ada salahnya juga untuk menaikkan awareness soal ini."

Namun, Rumadi Ahmad, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM mengatakan kasus George Floyd tak seharusnya dikaitkan dengan apa yang terjadi di Indonesia. Kasus Papua

"Apa yang terjadi di AS tidak perlu dibawa ke Indonesia. Apa yang terjadi di AS tidak sama dengan apa yang terjadi di Indonesia. Saya yakin masyarakat Indonesia juga paham hal itu," kata Rumadi.

"Masyarakat perlu waspada jika ada pihak-pihak yang mau memanaskan situasi politik Indonesia dengan memanfaatkan kasus George Floyd."
Seberapa populer cuitan 'Papuan Lives Matter'?


Hak atas foto Rustika Herlambang

Namun, kata Rustika, tidak semua cuitan itu asli.

"Ada bot-nya. Atau ikut-ikutan bikin tagar supaya potensi keterbacaan cuitannya lebih besar. Jadi mereka me-mention tagar, tapi isinya hal lainnya yang tidak berhubungan," kata Rustika.
Aktivis Papua sebut 'tak jauh beda'

Di Twitter, Meita Palupi, 18, adalah salah satu orang yang ikut mencuitkan #Papuanlivesmatter.
Hak cipta gambar @meitapf @meitapf

Meita mengatakan ia ikut menyuarakan tagar itu karena ingin menunjukkan bahwa masih banyak kasus diskriminasi berdasarkan ras yang terjadi di Indonesia.

"Saya sadar kalau masyarakat kadang seakan nggak peduli atau nggak mau tahu tentang masalah di negerinya sendiri," ujarnya.

Pengguna Twitter lain, Kayla, 19, juga ikut mencuit hal itu.
Hak cipta gambar @tcmpuramental @tcmpuramental

Emanuel Gobay, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, merespons munculnya tagar itu.

"Pada prinsipnya, apa yang dialami rekan-rekan kulit hitam di Amerika, khususnya pada kasus [Floyd], itu tidak jauh bebeda dengan apa yang dialami orang Papua," kata Emanuel.

"Lebih spesifik itu terjadi pada kasus Obby Kogoya di Yogyakarta, di depan asrama mahasiswa Papua."

Emanuel merujuk kasus pada tahun 2016, saat beberapa mahasiswa Papua yang akan menggelar demonstrasi dilaporkan mendapat perlakuan intimidasi dan ancaman dari aparat keamanan.

Sebanyak delapan mahasiswa kemudian dibawa ke kantor polisi Yogyakarta, dan salah satu dari mereka, Obby Kogoya, dijadikan tersangka karena dituduh melakukan kekerasan terhadap aparat keamanan.

Pengadilan Negeri Sleman kemudian menjatuhinya hukuman penjara selama empat bulan.

Emanuel menambahkan, kasus-kasus yang disebutnya berbau rasialis, juga terjadi pada mahasiswa Papua di Surabaya tahun 2019.
Asrama mahasiswa Papua di Surabaya: Cek fakta perusak bendera dan makian rasial.

Kasus itu diikuti dengan demonstrasi di Papua dan Papua Barat juga sejumlah daerah lain, di mana kemudian, sejumlah peserta aksi ditangkap polisi dan dikenakan pasal makar.

"Kalau saya sendiri melihatnya, itu [seruan Papuan Lives Matter] masih senada dengan tuntutan protes kepada pemerintah untuk menegakkan UU No. 40 tahun tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis."
'Pemerintah serius membangun Papua'

Merespons sejumlah kasus yang disebutkan Emanuel Gobay, Rumadi Ahmad, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP mengatakan "diskriminasi terhadap siapapun tidak boleh terjadi."

"Pemerintah berupaya dengan sangat serius untuk melakukan pembangunan di Papua, untuk pemerataan dan keadilan bagi rakyat Papua. Memang tidak ada yang sempurna. Kalau masih ada kekurangan harus diperbaiki bersama," ujarnya.
Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Mahasiswa Papua di Jakarta menuntut pemerintah menghukum setiap pihak yang terlibat dalam tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Meski begitu, Rumadi mengatakan, semua pihak termasuk pemerintah Indonesia harus belajar dari kasus George Floyd.

"Persoalan rasialisme itu hal yang sangat serius. AS yang sudah ratusan tahun merdeka saja masih menyimpan bara rasialisme yang sangat dalam," ujarnya. Kasus Papua

Sementara itu, tagar yang sama #Papualivesmatter juga dicuitkan pihak TNI yang menunjukkan sejumlah kegiatan mereka di Papua. Tagar itu diikuti pula tagar #WelovePapua.
Hak cipta gambar @Puspen_TNI @Puspen_TNI
Hak cipta gambar @Puspen_TNI @Puspen_TNI
'Ada eksploitasi kasus Floyd, karena ada kasus rasialisme'
Mahasiswa Papua bicara soal rasisme: "Tolong hargai kami sebagai manusia"

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cahyo Pamungkas, mengatakan isu George Floyd memang dimanfaatkan sejumlah kelompok, termasuk yang pro-kemerdekaan Papua, tapi "itu terjadi karena memang masih ada kasus rasialisme dan diskriminasi di Papua", ujarnya.

"Itu [isu rasialisme] tidak akan dieksploitasi, jika tidak ada [kasus rasialisme], kan? Memang isu rasialisme ada dan mometum itu dimanfaatkan untuk melakukan kritik pada Indonesia," kata Cahyo.

"Rasialisme adalah dasar dari kebijakan yang diskriminatif secara politik, ekonomi dan budaya," tambahnya.
Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Peneliti LIPI melihat kasus kematian Floyd 'memang dieksploitasi', tapi itu bisa dilakukan karena 'memang masalah rasialisme terhadap orang Papua' masih terjadi.

Di bidang politik, kata Cahyo, diskriminasi masih bisa terlihat dari kebijakan resolusi konflik pemerintah di Papua, yang tidak mengakomodir masyarakat Papua.

Cahyo mengatakan konflik di Papua masih sering diselesaikan dengan "cara represi dan penggunaan pasal-pasal makar". Pendekatan itu berbeda dengan apa yang dilakukan pemerintah di Aceh, ucapnya.

Ia lanjut mengkritik pasal makar yang sering dikenakan terhadap masyarakat Papua.

"Pandangan umum itu orang asli Papua ingin merdeka. Padahal tidak semua orang Papua ingin merdeka," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay, mengatakan ia mengamati sering adanya 'stigma separatis' yang kerap disematkan pada sejumlah orang Papua.

Selain itu, Cahyo Pamungkas juga menyoroti kebijakan pembangunan ekonomi di Papua dan Papua Barat, yang saat ini disebutnya masih tertinggal karena keterbatasan akses.

"Dalam hal ini, pemerintah sering dipandang melakukan pembiaran dan diskriminasi," ujarnya.
Hak atas foto BBC Indonesia/ Heyder Affan
Image caption Namun, Rumadi Ahmad membantah ucapan Cahyo. Ia mengatakan masalah-masalah yang ada di Papua bukan terjadi karena rasialisme.

Namun, Rumadi Ahmad, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden membantah ucapan Cahyo.

Ia mengatakan masalah-masalah yang ada di Papua bukan terjadi karena rasialisme.

"Menurut saya bukan karena soal rasialisme, tapi memang soal rumitnya persoalan Papua. Cara pandang rasis harus dibuang jauh-jauh. Soal ketertinggalan ekonomi ada di mana-mana, bukan hanya di Papua," katanya.

"Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan di Papua. Rakyat Papua harus mendapatkan keadilan dan menikmati hasil pembangunan sebagaimana daerah yang lain."

Sementara itu, Cahyo menyarankan pemerintah untuk tak sekadar melakukan pembangunan, tapi juga melakukan dialog dengan seluruh kelompok masyarakat di Papua.

"Selain menjadi upaya perdamaian, dialog itu juga menjadi upaya rekonsiliasi," kata Cahyo.
Topik terkait

Menurut data Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, dalam periode 27 Mei hingga 3 Juni siang hari, cuitan yang mengandung kata-kata Papuan Lives Matter mencapai puncaknya di tanggal 29 dan 30 Mei.

Saat itu, jumlah cuitan mengenai Papuan Lives Matter mencapai lebih dari 7.500.

Lebih dari 70% cuitan itu menunjukkan sentimen negatif. Akun yang paling banyak dikomentari netizen adalah akun Veronica Koman.

"[Kata Papuan Lives Matter di Twitter] tinggi karena ada tagar #Blacklivesmatter di dunia," kata Rustika.


Namun, kata Rustika, tidak semua cuitan itu asli. Kasus Papua

"Ada bot-nya. Atau ikut-ikutan bikin tagar supaya potensi keterbacaan cuitannya lebih besar. Jadi mereka me-mention tagar, tapi isinya hal lainnya yang tidak berhubungan," kata Rustika.
Aktivis Papua sebut 'tak jauh beda'

Di Twitter, Meita Palupi, 18, adalah salah satu orang yang ikut mencuitkan #Papuanlivesmatter.

Meita mengatakan ia ikut menyuarakan tagar itu karena ingin menunjukkan bahwa masih banyak kasus diskriminasi berdasarkan ras yang terjadi di Indonesia.

"Saya sadar kalau masyarakat kadang seakan nggak peduli atau nggak mau tahu tentang masalah di negerinya sendiri," ujarnya.

Pengguna Twitter lain, Kayla, 19, juga ikut mencuit hal itu.

Emanuel Gobay, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, merespons munculnya tagar itu.

"Pada prinsipnya, apa yang dialami rekan-rekan kulit hitam di Amerika, khususnya pada kasus [Floyd], itu tidak jauh bebeda dengan apa yang dialami orang Papua," kata Emanuel.

"Lebih spesifik itu terjadi pada kasus Obby Kogoya di Yogyakarta, di depan asrama mahasiswa Papua."

Emanuel merujuk kasus pada tahun 2016, saat beberapa mahasiswa Papua yang akan menggelar demonstrasi dilaporkan mendapat perlakuan intimidasi dan ancaman dari aparat keamanan.

Sebanyak delapan mahasiswa kemudian dibawa ke kantor polisi Yogyakarta, dan salah satu dari mereka, Obby Kogoya, dijadikan tersangka karena dituduh melakukan kekerasan terhadap aparat keamanan. Kasus Papua

Pengadilan Negeri Sleman kemudian menjatuhinya hukuman penjara selama empat bulan.

Emanuel menambahkan, kasus-kasus yang disebutnya berbau rasialis, juga terjadi pada mahasiswa Papua di Surabaya tahun 2019.

Sabtu, 06 Juni 2020

George Floyd memiliki 'sejarah kriminal yang kejam': kepala serikat kepolisian Minneapolis

Kepala serikat kepolisian Minneapolis mengatakan "sejarah kriminal kejam" George Floyd perlu diingat dan bahwa protes atas kematiannya adalah karya "gerakan teroris." GEORGE FLOYD



BACA JUGA: PROTEST UNTUK KEADILAN GEORGE FLOYD TERUS BERLANJUT


“Apa yang tidak diceritakan adalah sejarah kriminal kejam George Floyd. Media tidak akan menyiarkan ini, ”presiden serikat polisi Bob Kroll mengatakan kepada anggotanya dalam sebuah surat yang diposting Senin di Twitter.

Floyd telah mendarat lima tahun di balik jeruji besi pada tahun 2009 karena penyerangan dan perampokan dua tahun sebelumnya, dan sebelum itu, telah dihukum atas tuduhan mulai dari pencurian dengan senjata api hingga obat-obatan terlarang, Daily Mail melaporkan.

Floyd meninggal minggu lalu setelah seorang polisi kulit putih berlutut di leher pria kulit hitam berusia 46 tahun itu selama hampir 9 menit, sebuah insiden mengejutkan yang direkam dalam video dan memicu protes kekerasan yang meluas,

termasuk di New York City. Floyd diduga baru saja mencoba mengeluarkan tagihan $ 20 palsu sebelum dia meninggal.

"Gerakan teroris yang saat ini terjadi adalah membangun waktu yang lama yang berasal dari tahun-tahun yang lalu," kata Kroll dalam surat protesnya, menambahkan bahwa beberapa masalah kotanya ada karena para pemimpin Minneapolis telah "meminimalkan ukuran kepolisian kita." dan mengalihkan dana ke aktivis masyarakat dengan agenda anti-polisi. GEORGE FLOYD

“Kepala kami meminta 400 petugas lagi dan dengan tegas ditolak. Inilah yang menyebabkan kerusuhan pemecahan rekor ini, ”katanya.

Ketua serikat pekerja bersumpah bahwa organisasinya akan membantu polisi yang dituduh membunuh Floyd, Petugas Derek Chauvin yang sekarang dipecat, dan tiga petugas lainnya yang berada di lokasi dan sedang diselidiki. GEORGE FLOYD

“Saya telah bekerja dengan empat pengacara pembela yang mewakili masing-masing dari empat orang kami yang diberhentikan berdasarkan investigasi kriminal, selain itu dengan pengacara buruh kami untuk memperjuangkan pekerjaan mereka. Mereka diberhentikan tanpa proses hukum, ”tulis Kroll.

Selasa, 02 Juni 2020

PROTES TERHADAP TINDAKAN SHERIF ATAS MENINGGALNYA GEORGE FLOYD

George Floyd memprotes pembaruan langsung: Protes di beberapa kota menjadi lebih damai

 Kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal pada Hari Peringatan setelah ia ditembaki oleh seorang polisi kulit putih Minnesota, telah memicu kemarahan dan protes di Minneapolis dan di seluruh Amerika Serikat. daftar domino qq online


BACA JUGA:Corona: Top 5 teori konspirasi virus
Tuduhan pembunuhan dan pembunuhan telah diajukan terhadap Derek Chauvin, petugas yang menurut jaksa memegang lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit.

Chauvin dan tiga petugas lainnya di tempat kejadian telah dipecat. Departemen Kehakiman sedang menyelidiki.

Perkembangan terbesar hari ini:
Protes, penangkapan terus terjadi meskipun jam malam di banyak kota
Trump mengatakan ia mengerahkan ribuan 'tentara bersenjata lengkap'
Saya mati karena penembakan polisi di Louisville, kepala polisi menembak
Otopsi independen mengatakan Floyd meninggal karena pembunuhan karena asfiksia
Lebih banyak Pengawal Nasional yang bertugas sekarang daripada sebelumnya

12:44 pagi: Protes sebagian besar damai di NYC, Denver, Louisville

Walikota New York City Bill de Blasio tweeted Senin malam bahwa setiap kerusuhan telah tenang di Barclays Center di Brooklyn, tempat bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi selama beberapa hari terakhir.

De Blasio mengatakan para pengunjuk rasa sangat damai pada malam demonstrasi terakhir ini, tetapi beberapa orang pada malam hari menyebabkan beberapa kerusakan yang tidak akan diizinkan.

Di Denver, pengunjuk rasa di State Capitol berlutut dan mengamati delapan menit dan 46 detik hening - jumlah waktu yang sama ketika Derek Chauvin berlutut di leher George Floyd sebelum Floyd meninggal. Hanya suara helikopter di atas dan membunyikan klakson di kejauhan yang bisa terdengar. daftar domino qq online

 Louisville, Kentucky, Walikota Greg Fischer juga mengatakan protes di kotanya sebagian besar damai.

Walikota mengatakan demonstrasi damai itu menghormati ingatan David McAtee, pemilik restoran setempat yang ditembak dan dibunuh oleh petugas kepolisian Louisville Senin pagi.
12:27 pagi .: Jalanan sepi di ibu kota negara

Kota Washington, D.C., relatif tenang malam ini dibandingkan dengan kekerasan akhir pekan lalu, kata para penegak hukum dan keamanan tanah air kepada ABC News.

Para pejabat melaporkan gangguan sporadis di Chinatown, tempat gas air mata ditempatkan di dekat Convention Center.

Penegakan hukum kota dan federal, serta militer, telah banyak hadir di jalan-jalan kota, dengan pesawat terbang, termasuk helikopter Black Hawk, berpatroli di atas kepala.
11:32 malam: Jendela toko hancur di tempat-tempat perbelanjaan Manhattan

Di New York City, pengacau menghancurkan jendela toko dan berusaha menjarah beberapa toko di lokasi Midtown Manhattan yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

Polisi berhadapan dengan para penjarah ketika mereka menabrak sebuah kedai teh di tengah-tengah Rockefeller Center.

Petugas NYPD juga menanggapi laporan jendela yang hancur di The Nintendo Store, Michael Kors, Kate Spade, dan Barnes and Noble. Manekin bisa dilihat di trotoar yang tertutup kaca yang pecah. Polisi membuat satu penangkapan setelah menjerumuskan seorang pria ke tanah.

Penjarahan juga terjadi lebih jauh di pusat kota, di mana para penjarah tertangkap kamera sedang membobol Nordstrom Rack di Union Square.
10:42: Polisi terluka di Buffalo, bentrokan berlanjut di Louisville

Pihak berwenang di Buffalo mengatakan dua petugas terjebak ketika sebuah kendaraan menabrak sekelompok petugas penegak hukum selama protes. Cedera pada salah satu petugas tampak serius, kata pejabat.

Anggota Kepolisian Negara membantu Polisi Buffalo membubarkan pengunjuk rasa di Bailey Avenue ketika kendaraan melaju ke petugas, menurut pihak berwenang.

 Polisi di Louisville, Kentucky, membanjiri jalan dengan gas air mata dan menggunakan poni flash untuk membersihkan pengunjuk rasa dari daerah di sekitar jalan-jalan Ketujuh dan Jefferson. Langkah itu dilakukan satu malam setelah polisi menggunakan taktik serupa untuk membasmi pengunjuk rasa dari Jefferson Square Park, dalam langkah yang dipertanyakan oleh beberapa pejabat kota, menurut Louisville Courier Journal.

Dua orang juga terkena tembakan dalam insiden terpisah, kata Polisi Buffalo.

Para pengunjuk rasa di Dallas berbaris ke Jembatan Margaret Hunt Hill dan memblokir lalu lintas sebelum polisi melakukan beberapa penangkapan. daftar domino qq online
10:11 malam Lebih banyak penangkapan saat kota dimulai pukul 10 malam. jam malam

Polisi di Pittsburgh melakukan banyak penangkapan setelah sejumlah bisnis dirusak selama protes. Pihak berwenang mengarahkan penduduk untuk menjauh dari kawasan bisnis Shadyside sesuai dengan jam malam kota.

Pejabat di Atlanta mengatakan mereka telah melakukan 52 penangkapan pada siang hari, dengan kelompok besar berkumpul di Centennial Olympic Park Drive dan Marietta Street.

 "Kami telah menghadapi beberapa masalah pada siang hari termasuk kasus-kasus di mana pengunjuk rasa memblokir lalu lintas di beberapa jalan raya dan masuk sebentar ke jalan tol," kata seorang pejabat.

Kota-kota lain di bawah jam malam pada pukul 10 malam termasuk Chicago, Orlando, dan Orange County, Florida.
8:52 hal .: Protes berlanjut di seluruh negara

Di seluruh negeri, campuran protes dan penjarahan berlanjut malam ini, meskipun jam malam diberlakukan oleh pejabat negara dan kota.

Los Angeles County, Miami-Dade County, Atlanta, Cincinnati, Seattle dan Fort Worth, Texas, semua memasuki jam malam pukul 9 malam. ET.

Di Seattle, pengunjuk rasa berteriak, "Ini adalah protes, bukan kerusuhan," dan berbaris dengan damai melalui pusat kota pada dini hari.

Di wilayah Philadelphia, anggota Garda Nasional memblokir akses ke Darby Atas, tempat penjarahan yang meluas pada Minggu malam.

Di New York City, petugas polisi berselisih dengan para penjarah yang berusaha di Fifth Avenue dekat Rockefeller Center.

Satu orang terlihat mengarahkan orang lain menjauh dari polisi sebelum jendela toko dihancurkan.

Setidaknya satu orang ditangkap.
8:23 malam: Pemilik toko LA mempersenjatai diri untuk melindungi toko

Ketika pemilik toko Los Angeles dan bisnis lainnya menaiki properti mereka dari perusuh, beberapa dari mereka mempersenjatai diri. daftar domino qq online

Menjelang malam lain dari protes yang diperkirakan, pemilik toko gadai terlihat dipersenjatai dengan AR-15, seorang penjamin jaminan terlihat dengan senapan aksi pompa di jendela lantai dua, dan warga sipil bersenjata terlihat di atap.